Kamis, 17 Juli 2008

Menunggu Kabar Langsung dari Asmar

KOMPAS - Selasa, 12 Aug 2003 Halaman: 17 Penulis: mul Ukuran: 4348
MENUNGGU KABAR LANGSUNG DARI ASMAR
SATU minggu sejak bom meledak di Hotel JW Marriott, Jakarta,
keluarga Asmar Latin Sani tidak bisa tidur nyenyak. Itu bermula dari
adanya dugaan, salah seorang korban yang ditemukan tewas adalah Asmar.
Polisi bahkan sudah memastikan jasad kepala tanpa tubuh yang
ditemukan di hotel itu adalah Asmar. Polisi memastikannya setelah ada
kesaksian Amanda, salah seorang kakak Asmar, yang telah melihat
langsung jasad kepala tanpa tubuh itu.
Akan tetapi, pihak keluarga Asmar masih belum yakin jasad itu
anak dan adik bungsu mereka. Ketidakyakinan itu diperkuat dengan
tabiat Asmar yang selama ini dikenal jauh dari hal-hal yang berbau
kekerasan.
"Asmar, adik yang saya kenal, tidak berkelakuan buruk. Ia rajin
beribadah, ceramah keagamaan, dan mengajar mengaji. Tidak mungkin dia
melakukan perbuatan yang menyengsarakan orang lain," ujar salah
seorang kakak perempuannya, Senin (11/8) siang.
Ketika ditemui di rumah orangtua mereka di Jalan Sulawesi, Gang
Damai VIII, Kota Bengkulu, tiga kakak kandung dan seorang kakak Asmar
tidak mau berbicara banyak. Bahkan, orangtua Asmar yang begitu
terpukul mendengar kabar soal anaknya kini sakit.
Meskipun tidak yakin Asmar adalah salah satu yang tewas dan
tersangka pelaku pengeboman di JW Marriott, kabar itu begitu memukul
keluarganya. Mereka masih menaruh harapan, kabar itu bukan fakta yang
sebenarnya. Oleh karena itu, keluarga Asmar masih menunggu hasil tes
DNA yang tengah dilakukan polisi.
Namun, kabar dari Asmar, seandainya dia masih hidup, hingga kini
memang belum juga datang meski sudah seminggu dia menjadi bahan
perbincangan berkaitan bom di JW Marriott. Keluarganya yang berharap
Asmar masih hidup selalu menanti kabar itu langsung dari dia.
"Sampai dengan saat ini dia memang belum menelepon ke sini. Tapi
kami masih menunggu kabar dari adik kami tersebut, setidaknya melalui
telepon," kata seorang kakaknya.
***

KABAR dari Asmar memang kabur sejak dia meninggalkan rumah
orangtuanya beberapa bulan lalu. Kapan kepergian Asmar dari rumah
orangtuanya tidak diketahui pasti. Tidak seorang pun saudara-
saudaranya yang mau memberikan informasi kapan Asmar pergi.
Informasi tentang tidak terlihatnya lagi Asmar, meskipun tidak
tahu kepastiannya kapan, dikemukakan oleh Ketua RT 06, Kelurahan
Penggantungan, Masril. "Dia tidak terlihat lagi sejak sekitar tiga
bulan lalu," katanya.
Menurut Masril, Asmar dikenal sebagai pribadi yang berkelakuan
baik. Akan tetapi, dalam kesehariannya Asmar lebih banyak
menghabiskan waktu di tempat usaha fotokopi milik orangtuanya di
depan Kampus Universitas Bengkulu di Jalan WR Supratman, Kota
Bengkulu.
"Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat fotokopi.
Sehari-hari, dia pergi pagi dan pulang malam," katanya.
Informasi tentang kebiasaan Asmar mengajar mengaji di salah satu
mushala di RT 06 dibantah pula oleh Masril. "Setahu saya dia tidak
memberikan pelajaran mengaji di mushala atau masjid yang ada di
kawasan ini," ujarnya.
Masril menyebutkan, sebelum kembali bertempat tinggal di rumah
orangtuanya, Asmar diketahuinya menimba ilmu di Pesantren Ngruki,
Solo, Jawa Tengah. Asmar menimba ilmu secara formal di Bengkulu hanya
sampai sekolah dasar.
Namun, Masril tidak mengetahui secara pasti kapan Asmar kembali
setelah menyelesaikan pendidikannya di pesantren. Sementara itu,
beberapa orang tetangga Asmar di Jalan Sulawesi rata-rata mengaku
tidak mengenal Asmar. Mereka terkesan menghindar jika ditanya soal
itu.
"Saya orang baru di sini, jadi tidak mengenal dia," kata seorang
tetangganya.
Tetangga yang lain menyebutkan hal senada. "Saya baru dua bulan
tinggal di sini," ucapnya.
Di kawasan tempat usaha fotokopi Asmar, informasi lebih terbuka.
Salah seorang pedagang di salah satu kios menyebutkan Asmar memang
bekerja di tempat fotokopi milik orangtuanya di kawasan itu. Akan
tetapi, sejak sekitar empat bulan lalu dia tidak terlihat lagi.
Tertutupnya informasi soal Asmar saat ini sama kaburnya dengan
dugaan keterlibatannya dalam pengeboman JW Marriott. Namun,
keluarganya masih tetap berharap, sekali waktu Asmar menelepon mereka
dan mengabarkan dia masih hidup. (MUL)

Tidak ada komentar: