Selasa, 07 Oktober 2008

Tujuh Jam Balik Lebaran











TUJUH JAM BALIK LEBARAN

HARI Minggu (5/10), saya yakini sebagai puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1429 Hijriah. Esok hari, Senin (6/10), adalah hari kerja para pegawai, baik negeri maupun swasta, setelah libur masa Lebaran. Oleh karena itu, saya dan keluarga hari itu urung balik. “Senin besok, pagi-pagi pasti lancar,” pikir saya.
Adik saya dan keluarganya tetap balik dari rumah orangtua kami di Indramayu, Minggu sekitar pukul 17.30. Meski sudah diingatkan jalan pantura dan tol bakal padat kendaraan, dia tetap berangkat karena Senin harus masuk kerja. Alhasil, dia baru tiba di rumahnya pukul 00.30 esok hari. Total butuh delapan jam perjalanan.
Dengan keyakinan penuh perjalanan bakal lancar, kami sekeluarga bangun pagi-pagi, dan meninggalkan rumah orangtua di Indramayu sekitar pukul 06.00. Hingga sebelum Simpang Celeng (Lohbener) perjalanan lancar, karena kendaraan sepi. Namun, saat memasuki Simpang Celeng arus kendaraan dari arah Jatibarang terlihat ramai. Mobil dan sepeda motor melaju perlahan. Wah gawat nih, pertanda bakal kejebak macet.
Betul. Mobil yang kami tumpangi pun harus berjalan merayap. Perjalanan dari Celeng hingga Kertawinangun (Eretan) Kabupaten Indramayu) sepanjang 30 kilometer, butuh satu jam. Sempat lancar setelah itu, namun saat menjelang Pusakanegara (Kabupaten Subang), perjalanan kembali tersendat mulai dari Desa Kebon Danas sepanjang tiga kilometer. Lancar lagi sebentar, lalu macet lagi mulai jalan layang Pamanukan sepanjang lima kilometer. Waktu saat itu pukul 07.45. (Jika jalanan lancar, saat itu seharusnya sudah tiba di tol Cikampek).
Di Desa Mandalawangi, Kecamatan Ciasem, kemacetan kian parah. Semua kendaraan harus merayap dan kadang berhenti di jalan sepanjang lebih dari 10 kilometer. Setelah sempat lancar beberapa kilometer, kemacetan menghadang lagi saat memasuki daerah Patokbeusi.
Kendaraan benar-benar merayap mulai Simpang Jomin hingga gerbang tol Cikampek sepanjang lima kilometer. Saat memasuki gerbang tol, waktu menunjukkan pukul 10.30. Empat setengah jam untuk menempuh perjalanan Indramayu-tol Cikampek! Pada hari biasa saat perjalanan lancar, cuma kurang dua jam untuk jarak yang sama.
Di rest area Kilometer 57 tol Cikampek, kami beristirahat sebentar. Di tempat itu, seorang pemudik asal Solo menyebutkan bahwa dia sudah 13 jam melaju di jalan. Dia berangkat dari Solo pukul 22.00. “Sampai di Cirebon pukul 03.00. Mulai Cirebon kami dihadang jalan macet,” katanya.
Kami pun lalu melanjutkan perjalanan. Sebagaimana pengendara lain, kemacetan masih menghadang di jalan tol Cikampek, mulai Kilometer 39 hingga Kilometer 34. Saya dan keluarga akhirnya tiba di Serpong pukul 13.00. Tujuh jam waktu kami habis di jalan. Biasanya, jarak tempuh Indramayu-Serpong 3,5 jam. (agus mulyadi)

Tidak ada komentar: